Citrahukum.com, Oleh: M. Arifin J.W., S.H.
Allāhumma shalli ‘alā Sayyidinā Muhammad, wa ‘alā āli Sayyidinā Muhammad.
Allāhumma shalli ‘alaihi wa sallim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah ﷻ yang senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, dan perlindungan kepada kita semua.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah menjalankan sunnah hingga akhir zaman.
Para jamaah Subuh yang dimuliakan Allah,
Semoga kita senantiasa diberi kesehatan dan keteguhan iman dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Saur sebagai Sunnah yang Mengandung Berkah
Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, setiap ibadah dilandasi niat, adab, dan tuntunan Rasulullah ﷺ. Termasuk dalam hal makan sahur (dahar saur). Sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum Subuh, melainkan sunnah Nabi yang mengandung keberkahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tasaḥḥarū fa inna fis-saḥūri barakah.”
(Makanlah sahur, karena dalam sahur terdapat keberkahan).
Hadis ini menjelaskan bahwa sahur mengandung berkah, meskipun hanya dengan makanan atau minuman yang sederhana. Keberkahan tersebut meliputi kekuatan fisik, keteguhan niat, serta pahala karena mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Hakikat Dahar Saur
Secara hakikat, sahur memiliki beberapa makna penting:
Menata niat, bahwa puasa dilaksanakan semata-mata karena Allah ﷻ.
Melatih kesabaran dan keikhlasan, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.
Melestarikan sunnah Rasulullah ﷺ, sebagai wujud kecintaan kepada beliau.
Allah ﷻ telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa puasa dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Karena itu, sahur menjadi persiapan lahir dan batin untuk menjalankan ibadah puasa sepanjang hari.
Kesederhanaan dalam sahur, selama halal dan diniatkan sebagai ibadah, insyaAllah akan menjadi sumber kekuatan dan keberkahan.
Doa Setelah Sahur
Setelah sahur dan menunaikan shalat Subuh, dianjurkan memperbanyak doa memohon perlindungan dan keberkahan hari tersebut:
Allāhumma innī as’aluka khaira hādzal yaum, fathahu, wa nashrahu, wa nūrohu, wa barakatahu, wa hudāhu.
Wa a‘ūdzu bika min syarri mā fīhi wa syarri mā ba‘dah.
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan hari ini: kemenangan, pertolongan, cahaya, keberkahan, dan petunjuk. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan hari ini dan keburukan setelahnya.
Penutup
Semoga Allah ﷻ menerima ibadah puasa kita, menguatkan iman, menanamkan kesabaran dan keikhlasan, serta menjadikan kita umat yang istiqamah menjalankan sunnah Nabi Muhammad ﷺ.
Allāhumma shalli ‘alā Sayyidinā Muhammad, wa ‘alā āli Sayyidinā Muhammad.
Walḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
