Citrahukum.Com, leh : M.Arifin J.W.S.H
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan nikmat iman, kesehatan, dan rezeki kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang saya hormati,
Sebelum saya menyampaikan kultum ini, izinkan saya menyampaikan bahwa saya tidak bermaksud menggurui. Apa yang saya sampaikan ini pertama-tama untuk diri saya pribadi, dan semoga bisa menjadi pengingat untuk kita semua.
Sering kita mendengar ungkapan: “Hidup itu butuh duit.”
Betul. Namun DUIT yang sejati bukan hanya uang, melainkan:
D – Doa,
U – Usaha,
I – Iman,
T – Taqwa.
Ada orang ingin rezekinya lancar, tapi doanya hanya muncul saat sudah kepepet.
Kalau lagi santai, lupa berdoa.
Padahal doa itu bukan tombol darurat, tapi kebutuhan harian.
Allah berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.”
(QS. Al-Qur’an: Ghafir: 60)
U – Usaha
Ada yang ingin sukses, tapi kegiatannya cuma tidur, ngopi, main HP, lalu menyalahkan nasib.
Ingin panen, tapi tidak pernah menanam.
Allah berfirman:
“Manusia tidak akan memperoleh apa pun kecuali dari apa yang diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
Rasulullah ﷺ mengajarkan:
“Ikatlah untamu, lalu bertawakallah.”
Artinya: usaha dulu, baru tawakal.
I – Iman
Saat usaha sepi dan hasil belum terlihat, ada yang langsung berkata,
“Sudah, memang belum rezeki.”
Padahal baru mencoba sebentar.
Allah berfirman:
“Jika mereka beriman dan bertakwa, pasti Kami limpahkan berkah dari langit dan bumi.”
(QS. Al-A‘raf: 96)
Iman membuat kita tetap tenang dan optimis.
T – Taqwa
Ada orang pandai berdagang, tapi lupa taqwa:
timbangan dikurangi, janji dilanggar.
Untung cepat, tapi hati tidak tenang.
Allah berjanji:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. Ath-Thalaq: 2–3)
Penutup & Doa
Hadirin yang saya hormati,
Sekali lagi, ini bukan nasihat dari orang yang paling benar, melainkan pengingat untuk diri saya sendiri dan untuk kita semua.
Mari kita jalani hidup dengan DUIT sejati: Doa, Usaha, Iman, dan Taqwa.
Marilah kita tutup dengan doa.
Allahumma yā Allah,
ampunilah dosa-dosa kami,
lapangkan hati dan pikiran kami,
kuatkan iman kami,
luruskan usaha kami,
dan jadikan rezeki yang Engkau berikan
rezeki yang halal, cukup, dan penuh keberkahan.
Ya Allah,
bimbinglah kami agar senantiasa berdoa, berusaha, beriman, dan bertakwa
dalam setiap langkah hidup kami.
Rabbana ātinā fid-dunyā hasanah,
wa fil-ākhirati hasanah,
wa qinā ‘adzāban-nār.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
