Citrahukum.com, POHUWATO – Jendral Lapangan Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API), Yosar Ruiba, mengajak DPRD Pohuwato untuk bersama-sama mengawal perjuangan rakyat dalam momentum Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan digelar dalam waktu dekat.
Ajakan tersebut disampaikan Yosar saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Pohuwato. Senin,27/04 Dalam forum itu, ia memaparkan rencana aksi yang diperkirakan akan melibatkan sekitar 5.000 massa dari berbagai elemen masyarakat, khususnya para penambang rakyat.
Menurut Yosar, aksi May Day bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk perjuangan untuk menyuarakan aspirasi yang hingga kini belum mendapat kepastian penyelesaian.
Ia menilai, keterlibatan DPRD sangat penting sebagai representasi rakyat agar tuntutan masyarakat bisa disampaikan secara lebih kuat dan terarah.
“Kami mengajak DPRD untuk bersama-sama turun dan membersamai perjuangan rakyat. Ini adalah momentum untuk menyuarakan kepentingan masyarakat luas,” ujar Yosar.
Ia menegaskan, DPRD Pohuwato tidak menjadi sasaran dalam aksi tersebut. Sebaliknya, lembaga legislatif itu dinilai telah menjalankan fungsinya dalam menampung aspirasi masyarakat, meskipun hasilnya belum sepenuhnya direspons oleh pihak-pihak terkait, khususnya perusahaan.
Adapun titik aksi direncanakan akan dipusatkan di tiga lokasi, yakni Polres Pohuwato, Kantor Bupati Pohuwato, serta kawasan perusahaan Pani Gold Mine (PGM). Ketiga titik ini dianggap memiliki peran penting dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat penambang.
BARA API juga telah menyiapkan tujuh poin tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut. Tuntutan itu mencakup berbagai persoalan mendasar yang diharapkan segera mendapat kepastian dan solusi dari pihak berwenang.
Aksi yang diproyeksikan melibatkan ribuan massa ini diperkirakan akan menjadi salah satu gelombang aspirasi terbesar di Kabupaten Pohuwato dalam peringatan May Day tahun ini.
(Arlan)
