Dingin di Lapangan, Panas di Klasemen, Siswi SMPN 1 Kotabumi Juara 1 LSO 2026

Dingin di Lapangan, Panas di Klasemen, Siswi SMPN 1 Kotabumi Juara 1 LSO 2026

Citra hukum
Senin, 25 Mei 2026


Citrahukum.com, Lampung Utara – Lapangan basket Teknokrat riuh sore itu. Di tengah derap sepatu dan pantulan bola, tiga siswi SMPN 1 Kotabumi bergerak cepat. Wajah mereka tenang, tanpa panik, tanpa banyak gaya. Itu yang bikin lawan salah langkah.

Format 3x3 tidak memberi ruang untuk ragu, lapangan kecil, tempo gila, setiap detik jadi penentu. Tapi Aini Amelia, Nasywa Azaria Dinata dan Windi Alifia bermain seperti sudah hafal skripnya. Satu oper, satu tembakan, satu rebound. Dingin di lapangan, tapi hasilnya panas di klasemen.

Tim basket putri SMPN 1 Kotabumi pulang membawa trofi juara 1 Lampung Students Olympic 2026 kategori 3x3. Mereka menaklukkan sekolah-sekolah terbaik se-Lampung dalam laga 22-24 Mei lalu.

“Anak-anak ini punya kekompakan yang jarang. Mereka latihan konsisten, saling cover, dan tidak gampang panik,” kata Plt Kepala Sekolah Wardania, S.E. Senin (25/5/2026).

Tidak ada selebrasi berlebihan setelah poin masuk. Mereka langsung balik bertahan. Mental itu yang bikin mereka beda.

SMPN 1 Kotabumi selama ini dikenal kuat di akademik, kemenangan ini jadi bukti, prestasi bisa lahir dari ekstrakurikuler juga.

Wardania menyebut ini hasil kerja kolektif, latihan rutin, dukungan pelatih, guru, sampai orang tua yang bolak-balik antar-jemput dan jaga moral anak-anak di pinggir lapangan.

“Selamat dan sukses untuk tim basket SMPN 1 Kotabumi. Prestasi ini kebanggaan sekolah dan Lampung Utara. Teruslah berprestasi dan jangan pernah berhenti mengharumkan nama sekolah,” ujarnya.

Lampung Students Olympic memang ajang adu gengsi pelajar se-Lampung. Tapi untuk tiga siswi ini, yang penting bukan nama besar lawan, yang penting, bola tetap masuk.

Kemenangan 3x3 ini jadi penanda, ekstrakurikuler bukan sekadar pengisi waktu, ini jalur prestasi yang sama seriusnya dengan ruang kelas.

Di SMPN 1 Kotabumi, sekarang ada tiga nama yang jadi bukti. Dingin di lapangan, panas di klasemen. Lampung jadi saksinya.

(Samsudin)