Festival Dayung Sampan dan Lomba Masak Meriahkan Pantai Pero Konda

Festival Dayung Sampan dan Lomba Masak Meriahkan Pantai Pero Konda

Citra hukum
Sabtu, 14 Februari 2026


Citrahukum.com, Kodi Bangedo – Suasana Pantai Pero Konda (Pantai Nahkoda), Desa Pero Konda, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Sabtu (14/2/2026), dipenuhi sorak-sorai warga yang menyaksikan Festival Dayung Sampan dan Lomba Masak ibu-ibu.

Kegiatan yang digelar di kawasan muara Puare tersebut diikuti puluhan tim dari berbagai dusun di Desa Pero Konda. Setiap tim terdiri dari dua pendayung dalam satu perahu sampan, dilengkapi seorang juru kemudi (coxswain).

Para peserta berpacu menempuh lintasan sekitar 200 meter dengan kayuhan serempak, disaksikan ratusan warga yang memadati bibir pantai. Selain lomba dayung, panitia juga menggelar lomba memasak yang diikuti ibu-ibu desa sebagai bagian dari rangkaian festival.
Kepala Desa Pero Konda, Koda Sigore, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melestarikan olahraga tradisional sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.

“Festival ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga serta upaya menjaga tradisi dayung sampan agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.

Momen Dramatis di Garis Akhir

Dalam perlombaan, sempat terjadi insiden beberapa pendayung terjatuh ke perairan menjelang garis akhir. Namun, panitia telah mewajibkan seluruh peserta mengenakan jaket pelampung sehingga tidak menimbulkan korban.
Panitia menyatakan aspek keselamatan menjadi prioritas dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Bonnu Ngadu Wulla, ST, yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan harapannya agar festival tersebut dapat mendorong kreativitas generasi muda dan kaum ibu, khususnya dalam pengelolaan potensi wisata bahari.

Menurutnya, dengan berkembangnya sektor perhotelan di wilayah Kodi, produk kuliner lokal yang ditampilkan dalam lomba dapat menjadi bagian dari sajian bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Kegiatan seperti ini bisa menjadi ruang kreativitas masyarakat sekaligus mendukung promosi wisata daerah,” ujarnya.

Direktur Utama LPDP yang turut hadir menyampaikan bahwa festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan nilai sejarah dan budaya lokal kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata

Sumba Barat Daya, Heribertus D. Hakalolu, S.Sos., mengatakan muara Pero Konda memiliki nilai historis sebagai kawasan yang dahulu menjadi jalur aktivitas perdagangan. Menurutnya, festival ini dapat menjadi momentum mengangkat kembali identitas sejarah dan budaya setempat.

“Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya melibatkan antar-dusun, tetapi dapat berkembang menjadi skala kecamatan, kabupaten, bahkan lebih luas,” katanya. 

Agenda Tahunan

Festival tahun ini masih digelar dalam skala desa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pero Konda. Namun, pemerintah desa dan dinas terkait berencana meningkatkan skala penyelenggaraan pada tahun mendatang.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang hadir. Sejumlah pelaku UMKM desa juga membuka lapak untuk menjajakan makanan dan minuman, sehingga turut menggerakkan perekonomian lokal.

Camat Kodi, unsur TNI-Polri, serta perwakilan PT Jasa Raharja Provinsi NTT turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Ketua BUMDes Pero Konda bersama pengurus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival.

Festival Dayung Sampan dan Lomba

Masak di Pero Konda diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.

(Tim Redaksi: Gus Mone Al Mughni)