Prof. Pardimin Dinilai Masih Ideal Pimpin UST Periode Berikutnya

Prof. Pardimin Dinilai Masih Ideal Pimpin UST Periode Berikutnya

Citra hukum
Jumat, 13 Februari 2026


Citrahukum.com, Yogyakarta – Kepemimpinan Pardimin di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) dinilai masih relevan dan layak dilanjutkan pada masa bakti berikutnya. Penilaian tersebut muncul dari kalangan alumni yang menilai kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan arah pengembangan kampus.(13/02/2026)

Menurut keterangan yang diterima redaksi dari seorang perwakilan Alumni BEM KBM UST, perjuangan Prof. Pardimin membangun UST tidak terlepas dari komitmen, konsistensi, serta keteguhan menjaga nilai-nilai Tamansiswa di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

“Beliau memulai bukan dari kemapanan, tetapi dari kesadaran bahwa UST harus tetap hidup sebagai bagian dari ruh perjuangan Tamansiswa,” ujarnya.

Di tengah persaingan perguruan tinggi swasta, keterbatasan sumber daya, dan perubahan kebijakan pendidikan yang dinamis, Prof. Pardimin dinilai memilih fokus memperkuat fondasi kelembagaan ketimbang mengejar pencitraan.

Pada aspek tata kelola, perbaikan sistem manajemen dan penguatan disiplin akademik disebut menjadi langkah awal yang signifikan. Budaya kerja profesional serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel mulai dibangun sebagai dasar pertumbuhan institusi.

Di bidang akademik, peningkatan mutu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Akreditasi program studi ditingkatkan, kualitas dosen diperkuat melalui studi lanjut dan pengembangan kompetensi, serta kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar Tamansiswa.

“Modernisasi bukan berarti meninggalkan jati diri, tetapi menguatkan identitas di tengah perubahan,” lanjutnya.

Upaya membangun kembali kepercayaan publik juga dinilai menjadi bagian penting dari kepemimpinan tersebut. Melalui komunikasi yang terbuka dan konsistensi kerja, citra institusi perlahan menguat, jumlah mahasiswa meningkat, serta jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga semakin luas.

Dari sisi infrastruktur, pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan institusi. Perbaikan gedung, peningkatan fasilitas pembelajaran, serta penataan lingkungan kampus disebut sebagai bagian dari komitmen menciptakan ruang belajar yang representatif.

Alumni tersebut juga menilai keteladanan menjadi karakter utama kepemimpinan Prof. Pardimin. Gaya kepemimpinan yang sederhana, konsisten, dan dekat dengan sivitas akademika dianggap menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga stabilitas internal kampus.

Di tengah tantangan finansial dan dinamika internal maupun eksternal yang kompleks, kesinambungan kepemimpinan disebut sebagai kebutuhan strategis. Apa yang telah dibangun dinilai memerlukan keberlanjutan agar tidak terhenti di tengah jalan.

“Dalam konteks ini, Prof. Pardimin masih menjadi sosok yang tepat untuk menjaga kesinambungan perjuangan tersebut, demi UST, Tamansiswa, dan masa depan bangsa,” tutupnya.(Red)