Aksi Hari Kedua Mendadak Batal, Warga Pulau Muda Pertanyakan “Tamu Misterius” yang Datangi Rumah Korlap Ali Usman

Aksi Hari Kedua Mendadak Batal, Warga Pulau Muda Pertanyakan “Tamu Misterius” yang Datangi Rumah Korlap Ali Usman

Citra hukum
Senin, 09 Maret 2026


Citrahukum.com, Pelalawan – Aksi lanjutan yang direncanakan oleh Keluarga Besar Ali Usman terkait sengketa lahan dengan pihak perusahaan kembali menuai tanda tanya besar. Aksi yang sedianya berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yakni 9 hingga 11 Maret 2026, dilaporkan batal dilaksanakan pada hari kedua.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab tertundanya aksi tersebut. Namun, sejumlah warga Desa Pulau Muda menyebut adanya peristiwa yang dinilai janggal pada malam sebelum aksi lanjutan dilaksanakan.

Seorang warga Pulau Muda yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku melihat kedatangan beberapa orang yang mendatangi rumah Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ali Usman, pada malam hari.

“Malam itu ada beberapa orang datang ke rumah Pak Ali Usman. Kami tidak tahu dari mana mereka, apakah dari pihak perusahaan atau pihak lain. Tapi kedatangan mereka terlihat seperti ada pembicaraan serius,” ujar warga tersebut kepada wartawan.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa setelah pertemuan malam tersebut, rencana aksi hari kedua yang sebelumnya sudah disampaikan kepada publik akhirnya tidak dilaksanakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencana aksi Keluarga Besar Ali Usman sebenarnya bukan baru pertama kali mengalami penundaan. Sebelumnya, surat pemberitahuan aksi disebut-sebut telah beberapa kali disampaikan, namun pelaksanaannya tertunda tanpa penjelasan yang jelas.

Sejumlah warga mengaku heran karena hingga kini belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepada masyarakat mengenai perkembangan tuntutan yang disampaikan oleh Keluarga Besar Ali Usman kepada pihak perusahaan.

“Dari dulu katanya mau aksi, surat juga katanya sudah masuk. Tapi beberapa kali juga tertunda. Kami sebagai warga jadi bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi,” ujar warga lainnya.

Aksi tersebut pada dasarnya digelar sebagai bentuk tuntutan keluarga Ali Usman terhadap perusahaan yang diduga berkaitan dengan persoalan lahan. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan yang diajukan.

Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah siapa sebenarnya pihak yang datang menemui Ali Usman pada malam hari sebelum aksi hari kedua dibatalkan.

Jika kedatangan tersebut bukan berasal dari pihak perusahaan, sebagian warga menduga kemungkinan ada pihak lain yang memiliki kepentingan dalam persoalan tersebut.

“Kalau memang bukan dari perusahaan, lalu siapa? Ini yang jadi pertanyaan warga,” kata sumber warga tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan yang disebut dalam sengketa tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang diajukan oleh Keluarga Besar Ali Usman maupun terkait dugaan pertemuan yang terjadi pada malam hari sebelum aksi dibatalkan.

Sementara itu, upaya wartawan untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari Korlap aksi Ali Usman juga masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan yang lebih lengkap mengenai alasan penundaan aksi hari kedua.

Masyarakat berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena menyangkut konflik lahan yang berpotensi berdampak pada stabilitas sosial di wilayah tersebut.

#SengketaLahan
#AksiAliUsman
#PulauMuda
#KonflikLahan
#ViralPelalawan
#BeritaViralHariIni
#InvestigasiLahan
#TrendingNews