Peringati Nuzulul Quran, TP-PKK Pringsewu Gelar Khotmil Quran

Peringati Nuzulul Quran, TP-PKK Pringsewu Gelar Khotmil Quran

Citra hukum
Sabtu, 07 Maret 2026


Citrahukum.com, PRINGSEWU – Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 Hijriah sekaligus Hari Kesatuan Gerak PKK, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Khotmil Quran di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Ketua TP-PKK Pringsewu Rahayu Sri Astutik Riyanto, Wakil Ketua TP-PKK Taufik Qurohim, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Siti Litawati, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Titik Puji Lestari, sejumlah kepala perangkat daerah, serta perwakilan pengurus dan kader PKK dari sembilan kecamatan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PKK, khususnya dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan di seluruh desa dan kecamatan.

Ia juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar bersama Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dapat menjalankan amanah memimpin Kabupaten Pringsewu dengan baik.

“Melalui peringatan Nuzulul Quran ini, mari bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, kita juga diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah guna mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang Mandiri, Aman, Kondusif, Maju dan Unggul, serta Religius (Makmur),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Rahayu Sri Astutik Riyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir mengikuti kegiatan khotmil Quran tersebut.

Menurutnya, kehadiran para jamaah menjadi motivasi bagi PKK untuk terus meningkatkan peran dan kontribusi di tengah masyarakat. Ia mengatakan, PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kebersamaan serta memberdayakan perempuan dan keluarga.

“Saya juga ingin menyosialisasikan beberapa program pokok PKK.

Harapannya, program Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu, program pemerintah daerah, serta program PKK dapat dipahami dan didukung oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kembali 10 Program Pokok PKK agar dapat diterapkan di keluarga-keluarga Indonesia. Menurutnya, jika negara ingin menjadi kuat, maka keluarga sebagai unit terkecil masyarakat juga harus tangguh.

Hal tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pelaksanaan Asta Cita dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.

(Red)